Viral Pria Berhubungan Seks dengan 126 Sandal Jepit

Pria di Thailand curi sandal untuk berhubungan seks. Foto: ViralPress

Ini adalah benda yang biasa kita pakai sehari-hari. Namun bagi seorang pria di Thailand, benda ini bisa membuat ia terangsang hingga mau berhubungan seks dengannya. Gara-gara fetish-nya itu, dia nekat melakukan aksi pencurian.

Benda yang lagi dibahas adalah sandal jepit. Ya, ada seorang pria di Thailand punya fetish terhadap sandal jepit, namanya Theerapat Klaiya (24). Ia ketahuan mencuri sandal jepit milik tetangganya.

Aksinya terekam kamera CCTV rumah korbannya yang terakhir, sehingga identitas pelaku langsung teridentifikasi kepolisian Thailand. Polisi lantas menangkap Klaiya dan menggeledah rumahnya.

Tak disangka, ada banyak sandal jepit di rumah pelaku. Setidaknya ada 126 pasang sandal jepit yang berhasil ia curi dari rumah tetangganya. Klaiya mengakui aksi pencurian itu telah ia lakukan sejak dua tahun lalu. 

Klaiya bilang, ia secara rutin menggunakan sandal-sandal itu. Tapi bukan untuk dipakai sebagai alas kaki, melainkan sebagai ‘partner’ berhubungan seks.

Setelah bersetubuh, Klaiya selalu memeluk dan mencium sandalnya terlebih dahulu. Ia juga menanggalkan dan menggosokkan sandal tersebut di tubuhnya.

Polisi mengatakan, sandal jepit tersebut terdiri dari berbagai jenis, merek, ukuran, dan warna. Semuanya adalah sandal jepit yang masih layak pakai.

"Dia sepenuhnya mengaku mencuri sandal untuk tujuan cabul, sehingga akan ditahan di kantor polisi sampai pengadilan meminta jaksa untuk memutuskan bagian selanjutnya dari proses hukum untuknya," ungkap Mayor Kolonel Ekkaphop Prasitwattanachai, seperti dikutip Metro.

Klaiya ditangkap dan dikenakan hukuman atas tiga pelanggaran, yaitu pencurian dan perampasan di malam hari, memiliki transceiver digital tanpa izin, dan melanggar jam malam penanganan COVID-19 di Thailand. 

“Setelah kami menangkap tersangka, kami juga mengetahui bahwa ia sudah ditangkap tahun lalu karena mencuri sandal jepit di distrik lain,” tambah Mayor Prasitwattanachai. (red)

Posting Komentar

0 Komentar