Viral Tiga Gadis Remaja Diperkosa 5 Tukang Parkir Tempat Wisata di Jambi



Beritaviral – Nasib menyedihkan dialami tiga orang gadis remaja, yang berkunjung ke wisata Bukit Batu Suban, Tanjab Barat. Ketiganya harus kehilangan kegadisannya, setelah diduga diperkosa oleh lima orang tukang parkir di tempat wisata tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kejadian ini terjadi pada Minggu (5/7/2020) lalu. Saat kejadian, ketiganya tengah mengunjungi tempat wisata tersebut. Namun diduga karena pengunjung yang sepi, sehingga dimanfaatkan oleh kelima tukang parkir disana untuk memperkosa ketiganya.

Kapolres Tanjab Barat, AKBP Guntur Saputro, melalui Kapolsek Tungkal Ulu, IPTU Dasep Nurdin Ansori, mengatakan, keluarga korban telah melaporkan kejadian ini ke pihaknya. Polisi juga telah melakukan pencarian kepada kelima pelaku. 

"Betul ada laporan, masih kita proses, pelaku masih dalam pencarian,” ungkap Kapolsek Tungkal Ulu saat dihubungi, Selasa (28/07/20).

Menurutnya, kasus ini terbongkar setelah pihak keluarga melapor pada Senin (13/07/20). Pihak keluarga melapor, setelah tidak ada itikad baik dari para pelaku.

Salah satu satu orang tua korban, mengaku jika anaknya diperkosa oleh tiga orang pelaku pada hari kejadian. Awalnya pihak keluarga ingin berdamai, dengan meminta salah satu pelaku bertanggungjawab. 

Sayangnya, pelaku tidak ada yang mau bertanggungjawab untuk menikahi korban. Pihak pelaku bersikeras menolaknya. Sehingga kasus ini pun berlanjut ke kepolisian. (*)

Sumber : Jambiseru.com

Bidang Agama, Al Haris Luncurkan Program Revitalisasi Ponpes


Beritaviral - Bakal calon (Balon) Gubernur - Wakil Gubernur Jambi, Al Haris-Abdullah Sani, merancang program revitalisasi Pondok Pesantren (Ponpes).

Hal tersebut dikatakan H Al Haris didampingi H Abdul Sani, ketika bersilaturahmi dengan para pimpinan Ponpes di Pesantren Raudatul Mujawwidin Desa Tirta Kencana Unit 6 Rimbo Bujang Kabupaten Tebo, Senin (27/7/2020) sore.

‘’Anak-anak di Ponpes harus sehat. Semua kondisi Ponpes harus bersih, kamar mandi harus bersih, air minumnya bersih, dapurnya bersih, makanannya bersih, tempat tidur bersih, ruang belajar dan tempat ibadahnya bersih, sehingga anak-anak Pondok jadi sehat,’’ujar H Al Haris.

Konsep Revitalisasi Ponpes itu jelas bupati Merangin dua periode ini, sedang dirumuskan dan digodok mengacu kepada Undang undang Pesantren, oleh unsur akademisi di Universitas Islam Negeri (UIN) Jambi.

Untuk itu lanjut bupati peraih segudang prestasi ini, penyusunan anggaran Pemerintahan Daerah nantinya harus dirancang sedemikian rupa yang berpihak kepada Ponpes.
 
‘’Kami ini maju sebagai pasangan Gubernur Jambi, hanya ingin memperluas ladang ibadah, bukan untuk berkuasa dan menambah harta,’’tegas H Al Haris disambut tepuk tangan meriah pimpinan Ponpres yang hadir.

H Abdullah Sani menambahkan, Ponpes kedepannya harus jaya, Ponpers harus Makmur. ‘’Kalau pondok pesantren sudah makmur, tentu tidak ada radikalisme. Kita pakai prinsip yang sopan dan santun,’’terangnya.



H Al Haris kembali menegaskan, Ponpes itu kedepannya harus ada standar-standarnya. Anak-anak di Ponpes bisa berbahasa Arab, Inggris dan menguasai ilmu-ilmu kejuruan.

Pada pertemuan yang berlangsung di aula Pesantren terbesar di Rimbo Bujang tersebut, digelar dialog antara pimpinan Ponpers yang hadir bersama H Al  Haris dan H Abdullah Sani, yang dimoderatori Ustadz Mutaqin.

Ustadz Karim salah seorang pimpinan Pesantren menanyakan, berapa dana yang akan dianggarkan untuk Pesantren di setiap kabupatennya atau di setiap pondok pesantrennya setiap tahun, bila Haris-Sani menang jadi pasangan Gubernur Jambi?

Pertanyaan tersebut dijawab H Al Haris, kalau dulu memang sangat sulit untuk membantu Ponpes, karena belum ada ‘payung’ hukumnya, sehingga setelah diberi bantuan, malah pimpinan Ponpes dibuat repot.

‘’Kasihan pimpinan Ponpes bolak-balik diperiksa penegak hukum, gara-gara mendapatkan bantuan Rp 25 juta setiap Ponpersnya di Merangin pada tahun lalu. Semua itu karena belum ada ‘payung’ hukumnya,’’ujar H Al Haris.

Tapi lanjut bupati, sekarang sudah ada undang undang Pesentren. Artinya Pemerintah Daerah tinggal menjabarkan di tengah-tengah masyarakat karena ‘payung’ hukumnya sudah ada.(*)

Viral Warga di Merangin Jambi Ditemukan Tewas Dililit Ular Usai Tiga Hari Menghilang



Berita Viral – Seorang warga di Merangin, Provinsi Jambi ditemukan tewas dililit ular usai dinyatakan hilang selama tiga hari.

Akhirnya, setelah tiga hari menghilang itu, Merinding (26) warga Suku Anak Dalam (SAD) ditemukan tewas dililit ular dengan kondisi yang menggenaskan dan membusuk di semak belukar, Selasa (14/7/2020).

Informasi yang didapat dari polisi, pada hari Minggu tanggal 12 Juli 2020, korban (SAD) berangkat dari rumahnya di Desa Rejo Sari Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, untuk berburu ke hutan dengan peralatan kecepek dan sebilah pisau.

Merasa cemas karena korban belum pulang, keluarga melaporkan atas hilangnya korban itu ke pihak Dinas Sosial dan Polsek Pamenang, kemudian proses pencarian pun dilakukan di area Hutan desa setempat.

Alhasil, setelah 3 hari menghilang, korban ditemukan oleh warga setempat, dalam kondisi tewas dililit ular piton di hutan Desa Rejo Sari, atau tepatnya Selasa pukul 15:30 wib.

Kapolres Merangin AKBP M Lutfi SIK melalui Kapolsek Pamenang Iptu Fatkur Rohman membenarkan penemuan mayat SAD tersebut.

“Iya, tadi ada penemuan mayat SAD dihutan yang sudah membusuk dililit ular,” kata Kapolsek Pemenang. (red)

Sumber : Jambiseru.com

Viral Penangkapan Artis HH di Hotel, Sudah Terima Rp 20 Juta dari Pemesannya di Medan


Berita Viral – Viral penangkapan diduga artis FTV berinisial HH (23). Polisi kini mendalami dugaan keterlibatan artis tersebut dalam kasus prostitusi. HH ditangkap di sebuah hotel di Medan pada Minggu (12/7/2020).

Rupanya, sebelum berangkat ke Medan, HH sudah menerima uang dari pemesannya berinisial A. Hal itu disampaikan oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko

“Sebelum berangkat ke sini, dia sudah menerima transferan sejumlah Rp 20 juta,” kata Riko di Mapolrestabes Medan, Senin (13/7/2020).

Terkait uang Rp 20 juta yang diterima HH, polisi saat ini masih mendalaminya. Apakah uang tersebut merupakan tarif atau DP untuk transaksi prostitusi.

“Itu masuk penyelidikan. Nanti kita sampaikan kalau semua sudah jelas. Tidak bisa disampaikan sekarang,” tutur Riko dikutip dari Kumparan.com.



Riko juga meluruskan bahwa pria yang memesan artis HH berinisial A. Saat tiba di bandara, HH dijemput oleh R.

R mengantar HH ke sebuah hotel di Kecamatan Medan Barat. Saat ini, polisi masih mendalami keterlibatan R.

“Sedang kita dalami. Perannya belum diketahui,” ucap Riko.

Riko mengungkapkan bahwa A, R, dan HH diamankan di hotel yang sama. Pada saat penangkapan, HH dan A berada di satu kamar.

Baca Juga : Artis FTV Inisial HH Diamankan karena Prostitusi, Hana Hanifah Terseret

Saat ini ketiganya masih berstatus sebagai saksi. “Masih kita lakukan pemeriksaan. Sementara itu untuk muncikari masih didalami,” tutup Riko. (red)